Cara Menghitung Kubikasi dan Biaya Tambahan Pengiriman Laut

by , under Informasi Terbaru

Saat pertama kali mengirim barang ke luar negeri atau mendatangkan barang dari luar negeri lewat jalur laut, banyak orang kaget ketika melihat rincian biayanya. Harga yang dikutip ternyata tidak dihitung dari berat barang saja, melainkan dari volume atau kubikasi, ditambah sejumlah biaya lain di pelabuhan. Kalau tidak dipahami sejak awal, anggaran pengiriman bisa membengkak dan keuntungan penjualan ikut tergerus.

Pada artikel ini kami jelaskan cara menghitung kubikasi barang, mengapa berat volume sering lebih menentukan dibanding berat asli, serta biaya tambahan apa saja yang biasanya muncul dalam pengiriman laut.

Apa Itu Kubikasi dalam Pengiriman Laut?

Kubikasi adalah ukuran ruang yang dipakai barang di dalam kontainer, dinyatakan dalam meter kubik (CBM atau cubic meter). Dalam pengiriman LCL, yaitu ketika barang kamu digabung dengan barang milik pengirim lain di satu peti kemas, tarif biasanya dihitung per CBM. Semakin banyak ruang yang dipakai, semakin besar biayanya, meskipun barangnya ringan.

Cara menghitungnya sederhana. Ukur panjang, lebar, dan tinggi kardus dalam satuan sentimeter, kalikan ketiganya, lalu bagi dengan 1.000.000. Contohnya, kardus berukuran 60 x 40 x 50 cm memiliki volume 120.000 cm³ atau 0,12 CBM. Jika kamu mengirim 20 kardus yang sama, total kubikasinya 2,4 CBM.

Berat Asli atau Berat Volume, Mana yang Dipakai?

Perusahaan pengiriman akan membandingkan berat asli dengan berat volume, lalu memakai angka yang lebih besar. Untuk jalur laut, banyak penyedia memakai patokan 1 CBM setara 1.000 kg. Artinya, barang yang ringan tetapi besar seperti bantal, mainan plastik, atau sepatu dalam kotak akan dihitung berdasarkan volumenya. Sebaliknya, barang padat seperti suku cadang mesin atau keramik bisa saja dihitung berdasarkan beratnya.

Karena itu, cara mengemas sangat berpengaruh. Kardus yang terlalu besar dengan banyak ruang kosong membuat kubikasi naik tanpa menambah nilai barang. Beberapa cara menghemat ruang antara lain:

  • Pilih ukuran kardus yang pas dengan barang, bukan kardus serba besar.
  • Lepas kemasan ritel yang tidak diperlukan bila barang akan dikemas ulang di negara tujuan.
  • Susun barang yang bisa ditumpuk agar ruang lebih padat, tetapi tetap beri pelindung pada barang yang mudah pecah.
  • Gabungkan beberapa pesanan kecil menjadi satu kiriman supaya biaya minimum per CBM tidak terbuang.

Biaya Tambahan yang Sering Terlupakan

Ongkos angkut laut hanyalah sebagian dari total biaya. Ada beberapa komponen lain yang perlu masuk ke perhitungan sejak awal:

  1. Biaya penanganan di pelabuhan. Meliputi bongkar muat, penumpukan di gudang, dan pemindahan kontainer. Biaya ini muncul di pelabuhan asal maupun tujuan.
  2. Biaya dokumen. Misalnya penerbitan bill of lading dan dokumen pendukung lainnya.
  3. Bea masuk dan pajak impor. Untuk barang yang masuk ke Indonesia, besarnya tergantung jenis barang dan nilai pabeanannya. Aturan dan simulasinya bisa dipelajari di laman resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
  4. Pengantaran dari gudang ke alamat akhir. Sering disebut biaya last mile, terutama jika barang perlu dikirim ke luar kota setelah tiba di pelabuhan.
  5. Asuransi. Tidak selalu wajib, tetapi sangat disarankan untuk barang bernilai tinggi atau mudah rusak.

Tips Membandingkan Penawaran Jasa Pengiriman

Saat meminta penawaran harga, pastikan kamu menanyakan apakah tarif sudah termasuk biaya pelabuhan, pengurusan kepabeanan, dan pengantaran sampai alamat. Penawaran yang tampak murah per CBM bisa jadi lebih mahal setelah semua biaya tambahan dijumlahkan. Mintalah rincian tertulis agar mudah dibandingkan satu per satu.

Bagi pelaku usaha yang rutin mendatangkan barang dari Tiongkok, memakai jasa kirim barang impor dari China yang menghitung tarif per kubikasi secara transparan biasanya lebih praktis, karena pengurusan dokumen, bea masuk, dan pengantaran sudah ditangani dalam satu alur. Kamu cukup fokus pada pemilihan produk dan penjualan.

Perhatikan juga estimasi waktu pengiriman. Jalur laut memang lebih murah untuk barang dalam jumlah besar, tetapi waktunya bisa beberapa minggu. Rencanakan stok dengan memperhitungkan waktu tempuh kapal, proses di pelabuhan, dan kemungkinan keterlambatan saat musim ramai.

Kesimpulan

Memahami kubikasi dan berat volume membantu kamu memperkirakan biaya pengiriman laut dengan lebih akurat. Ukur barang dengan teliti, kemas seefisien mungkin, dan masukkan biaya pelabuhan, dokumen, serta pajak impor ke dalam perhitungan sejak awal. Dengan begitu, harga jual bisa ditentukan dengan tepat dan keuntungan usaha tetap terjaga.